2 Kesulitan Saya Dalam Mengelola Blog


Ada dua hal yang paling sulit saya lakukan dalam mengelola blog. 


Yang pertama adalah memilih niche atau biasa juga disebut topik blog. Kemudian yang kedua adalah mengatur kategori tulisan di dalam blog.

Walaupun untuk ukuran blog pribadi kedua hal ini bukan prioritas utama, tapi tetap saja, gatal rasanya melihat blog yang nggak jelas 'identitasnya' dan memiliki kategori tulisan yang sangat banyak. Sedihnya lagi, ternyata blog saya pun nasibnya tak jauh berbeda.

Sebenarnya kenapa sih memilih niche dan mengelola kategori tulisan itu penting?

Menurut saya sih sederhana saja, biar yang baca betah berlama-lama di blog kita, membaca tulisan-tulisan yang kita kurasi sedemikian rupa, dan mendapat inspirasi, informasi baru yang bermanfaat buat mereka.

Bukan begitu?

Sayang dong, kalau tujuan itu gagal tercapai karena kita yang kurang baik mengelola blog kita.

Memilih Niche

Dari pengalaman ngeblog sejak akhir 2016 lalu (masih seumur jagung ya), ngeblog suka-suka sekadar menyalurkan hasrat corat-coret, saya memutuskan untuk mulai fokus ke satu topik/niche yaitu minimalisme.

Alasannya, cukup sederhana. Sesederhana saya tengah mencoba menjalani hidup dengan prinsip-prinsip minimalisme.

Jadi, kenapa tidak mengambil topik ini saja. Toh cakupan pembahasannya juga cukup luas, dan yang paling penting, saya melakukannya. Sekalian sebagai jurnal pribadi untuk mencatat ide, eksperimen, pengalaman maupun tips yang saya temukan sepanjang petualangan saya sebagai seorang minimalis.

Ada terbersit keraguan juga tentang seberapa lama saya bisa konsisten menulis tentang topik-topik minimalisme. Terus kalau saya memutuskan untuk tak lagi menjalani hidup minimalis, bagaimana dong nasib blog ini.

Hmm...sulit, tapi rasanya itu bisa diatasi. Kalau pun memang sudah mentok, ya mau apa lagi. Ada awal pasti ada akhir kan? Blog hanyalah satu dari sekian banyak media untuk mengkomunikasikan aspirasi dan cerita kita. Jika memang blog tak lagi mampu menyuarakan isi hati dan kepala kita, artinya kita perlu mencoba media lainnya.

Lagi pula, ini hanyalah blog. Nggak perlu lah sampai baper, mogok makan gara-gara blog tidak berjalan sesuai harapan.

Baiklah, satu masalah tentang niche blog sudah teratasi. Bagaimana dengan masalah berikutnya, menyusun kategori blog?

Menyusun Kategori Blog

Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dan beberapa referensi termasuk tulisan mbak Carra yang sangat menginspirasi, saya menyimpulkan kalau menyusun kategori dengan baik itu penting.

Alasannya tentu saja agar memudahkan pembaca dan saya sendiri di dalam memperbarui tulisan-tulisan di blog ini.

Karena niche yang saya gunakan di blog ini adalah tentang minimalisme, artinya segala hal yang saya tuliskan menggunakan sudut pandang minimalisme dan saya sebagai seorang minimalis.

Selama ini, saya paling nyaman menyusun kategori blog bukan berdasarkan tema/topik tulisan, melainkan jenis tulisannya. Demikian pula yang mau saya terapkan di blog ini.

Kategori-kategori yang saya akan terapkan di blog ini antara lain: 
  1. CERITA
  2. IDE, dan
  3. TIPS

Pada kategori Cerita, saya akan menulis tentang pengalaman pribadi yang saya lalui sebagai seorang minimalis. Lebih mirip seperti jurnal mungkin.

Untuk kategori Ide, rencananya akan berisi opini, ide, gagasan, atau pun sambatan. Sederhananya, Ide berisi apapun yang ada di dalam kepala saya. Sedangkan Cerita, merupakan catatan dari apa yang sudah saya lalui.

Terakhir, di kategori Tips saya mau berbagi beberapa tips dan trik sederhana yang saya temukan dan pelajari dalam hal apapun. Saya bukan ahli, tapi boleh dong berbagi, walaupun yang dibagi itu hal-hal receh.

Selain itu, terpikir juga untuk membuat kategori English. Seperti namanya, di kategori ini, semua tulisan dibuat di dalam Bahasa Inggris walaupun ya...masih belepotan, sekalian latihan lah.


Kamu sendiri, sudah punya niche untuk blogmu belum? Lalu bagaimana strategimu mengelola kategori blog kamu?

2 comments

  1. Waaah jd merasa tersinggung nih. Kategori saya masih acak2an bgt. Saya suka sdg menjalani hidup Minimalis dan menuliskan nya di blog. Tapi ya gitu, tercecernya malah di gaya hidup. masih kbnykn kategori sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh...maafkan kalau menyinggung, ini ceritanya lagi ngomongin diri sendiri sih 🙈

      Delete

Post a Comment

Pages

© 2019

Minimalist Web