Bukan Soal Ukuran Lemarinya



Kapan sih waktu yang pas untuk upgrade lemari?



Menurut saya sih, waktu paling pas untuk upgrade lemari adalah ketika: (1) lemari yang ada sudah rusak parah nggak bisa diperbaki, dan (2) tidak muat lagi.

Alasan pertama itu sifatnya mutlak, barangnya rusak ya mau nggak mau harus diganti. Karena sulit juga kalau nggak ada lemari, mau ditaruh mana barang-barang kita nanti.

Untuk alasan kedua, sebelum memutuskan untuk mengganti, yuk kita tanyakan ke diri sendiri, kok bisa sampai nggak muat lagi?

Di dalam hidup, perubahan itu sifatnya mutlak. Konon satu-satunya hal yang tidak akan pernah berubah adalah perubahan itu sendiri.

Bisa jadi, alasan lemari yang lama tidak lagi muat adalah karena kita memasuki babak baru dalam kehidupan. Yang tadinya hidup melajang, kini sudah berpasangan. Yang awalnya hidup berdua dengan pasangan, sekarang sudah muncul buah hati di tengah-tengah kita.

Tentu saja, perubahan itu berakibat lemari yang kita miliki tak lagi muat, karena secara fungsi sudah berubah. Dulu hanya untuk pribadi, sekarang dibagi-bagi.

Yang bikin bingung adalah, nggak ada yang berubah eh tiba-tiba lemari itu sudah nggak muat lagi. Paling sering sih yang nasibnya seperti ini adalah lemari pakaian.

Lah kok bisa mendadak nggak muat?

Ini sejauh pengalaman dan pengamatan saya ya. Biasanya ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi.

Pertama, barang-barangnya terlalu banyak.
Kenapa bisa terlalu banyak? Umumnya karena hobi menimbun barang. Terlepas apakah barang itu masih diperlukan atau tidak, atau...dibuang sayang. Bisa jadi karena barang-barang itu memiliki nilai sentimentil, misalnya pemberian seseorang yang istimewa.

Kalau hal ini bukan masalah, ya nggak apa-apa.

Saya kenal kok seseorang yang hepi-hepi saja hidup dengan begitu banyak barang, klemprakan, dan rungsek

Walaupun saya cuma bisa geleng-geleng, tapi kalau mereka bahagia dengan kondisi itu, ya saya bisa apa. Toh selama itu nggak ngganggu saya, ya biarkan saja.

Tapi, kalau hal ini mengganggumu. Saran saya, coba luangkan waktu untuk membuka lagi lemarimu. Lihat baik-baik semua tumpukan barang yang kamu punya itu.

Jujurlah, dari semua barang itu, mana sih yang benar-benar mau kamu simpan?

Coba pikirkan seandainya barang-barang itu bisa bicara, apakah mereka bahagia memilikimu sebagai majikan mereka?

Majikan yang tidak pernah menggunakan diri mereka selama beberapa tahun. Padahal, bisa jadi mereka bahagia sekali ketika kamu memilih dan membawa mereka pulang. Mereka berharap bisa berkontribusi dan bermanfaat buatmu. Namun, ternyata nasib mereka di tanganmu, tak lebih baik dari ketika mereka berada di etalase.

Kedua, cara menata yang kurang tepat.
Percaya nggak kalau masalah lemari nggak muat itu bisa diatasi dengan cara yang sangat sederhana, mengganti cara kita menata barang-barang di dalamnya.

Di tempat kerja saya, ada sebuah lemari yang difungsikan sebagai tempat menyimpan kudapan dan alat tulis.

Hal yang membuat saya miris terhadap lemari tersebut adalah, dengan ukuran yang cukup lega, lemari tersebut tampak selalu kurang mampu memuat barang-barang di dalamnya.

Alasannya cukup sederhana, kurang tertata.

Tanpa banyak pertimbangan, lemari itu dijejali berbagai macam barang yang diletakkan sembarangan, asal naruh, dan yang penting masuk. Karenanya, sebentar saja lemari itu sudah 'penuh'.

Padahal kalau saja kita mau sedikit lebih sabar mengatur tatanan barang-barang di lemari itu, bukan hanya mampu menampung barang, bahkan masih menyisakan ruang yang cukup lega.

Sesederhana itu kok.


Jadi sebelum mengganti lemari yang ada dengan lemari baru yang lebih besar, ada baiknya kita memeriksa dulu apa isi di dalamnya dan bagaimana cara kita menata barang-barang kita.

Mungkin, mengganti lemari bukan solusi yang kita cari.

1 comment

  1. Alhamdulillah sampai saat ini dari jaman kuliah sampai menikah lemarinya itu-itu aja, kecuali satu lemari tambahan khusus buat bos kecil :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Pages

© 2019

Minimalist Web