Siapa Tahu Nanti Perlu


Satu pemikiran yang menurut saya cukup berbahaya adalah membeli dan/atau menyimpan barang-barang yang kita tidak perlukan dengan dalih, siapa tahu nanti perlu.

Kita sering berpikir bahwa lebih banyak=lebih baik. Lebih baik kelebihan daripada kekurangan.

Hmm...nggak salah sih, tapi pernah kah kita coba mempertanyakan, mau disimpan di mana barang-barang yang entah kapan akan diperlukan ini? 

Kalau punya ruang lebih sih nggak masalah. Namun, kalau ruangannya terbatas dan terus menerus dijejali barang-barang yang 'siapa tahu nanti perlu' ini, rasanya kurang bijak juga.

Apalagi sampai-sampai kita sendiri lupa pernah memiliki barang tersebut. Ketika tiba waktunya barang itu diperlukan, bukannya tinggal ambil, malah beli lagi karena kita pun lupa pernah punya.

Jadi, buat apa dong capek-capek menyimpan barang-barang 'siapa tahu perlu' ini kalau ujung-ujungnya saat diperlukan ternyata malah beli baru. Kenapa tidak beli ketika perlu saja kalau begitu?

Tapi, waktu itu lagi diskon, sayang dong kalau tidak dimanfaatkan.

Ya...kalau nyatanya tidak terpakai apa nggak tambah sayang tuh? Mubazir pula.

Mungkin sebelum memutuskan untuk membeli atau pun menyimpan barang-barang dengan dalih 'siapa tahu nanti perlu' ini, sebaiknya coba pertimbangkan juga soal 'mau disimpan di mana dan untuk berapa lama'.


2 comments

  1. hmmm iya, biasanya emak2 kek gini nih (ngomong ama kaca) wkwkwk.
    beberapa kali sy juga pernah gitu, "kali nanti butuh". tapi nggak selalu gitu sih. krn kebetulan sy masih "kontraktor" haha, dan pas pindah kontrakan biasanya banyak barang yg tersortir, jd kalo belanja mikir2 lagi skr.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu manfaat jadi kontraktor kayanya...musti mikir panjang sebelum bawa pulang apapun 😅

      Delete

Post a Comment

Pages

© 2019

Minimalist Web