Tabur Tuai


Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Jika kita menanam salak, maka yang keluar ya pohon salak. Kalau yang ditanam mangga, ya jadinya mangga.

Apa yang ditanam, itulah yang dituai, sudah pasti. Yang nggak mesti itu adalah kapan dan siapa yang akan menuainya.

Kalau yang ditanam kebaikan, jadinya pun kebaikan. Rasanya kapan pun dan siapa pun penuainya, tidak akan jadi masalah.

Namun, bagaimana kalau yang ditanam itu keburukan. Misalnya bom waktu.

Ya kalau, pas mbledhos nggak ada yang kena. Kalau yang kena itu saudara sendiri, anak, atau orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Kira-kira gimana perasaanmu (kalau masih bisa merasa) saat itu terjadi?

Bila selama ini kita sering tidak mempertimbangkan efek jangka panjang dari apa yang kita lakukan, mengira kalau cuma kita yang akan merasakan akibat perbuatan kita. Ada baiknya kita mulai membenahi cara pikir seperti itu.

Karma memang ada, dan apa pun yang kita lakukan pasti ada balasannya.

Tapi mbok ya o mikir, ada orang lain yang bisa jadi ikut kecipratan lho. Kecipratan rejeki sih nggak apa-apa, yang sedih itu kalau kecipratan musibah.

Ora melu nandur, jur kebledhosan.

Bijak dalam berbuat…bisa kan?

Post a Comment

Pages

© 2019

Minimalist Web