Menunggu Dan Kesia-siaan


Menunggu…banyak orang menunggu segalanya sempurna untuk memulai.
Tanpa disadari, waktu terus berputar dan ternyata kesempurnaan yang dinanti itu tak kunjung tiba.

Situasi dan kondisi ideal tak juga datang.

Sebagian berlindung di balik ketidaksempurnaan sebagai pembenaran dari keputusan mereka untuk tak kunjung melangkah.

Sebagian lagi menyadari bahwa menunggu kesempurnaan adalah sebuah kesia-siaan. Namun, apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Kini, mereka hidup dalam penyesalan…berharap waktu dapat berputar kembali seraya berjanji, untuk melakukan hal yang berbeda jika saja mereka bisa kembali ke masa lalu.

Dan, sedikit yang cukup waras untuk menyadari kesalahan mereka di masa lalu, menerimanya dan alih-alih meratapi nasi yang telah menjadi bubur, mereka memilih untuk mengolah bubur itu menjadi sebuah hidangan yang menggugah selera.

Menunggu segalanya sempurna untuk memulai adalah kesia-siaan. Demikian pula dengan menunggu kesempatan kedua.

Menunggu…apa sih sebenarnya yang orang lakukan dengan menunggu? Apakah menunggu adalah sebuah kegiatan?

Kesempurnaan tak akan pernah datang, jadi mulailah melangkah. Punyai mimpi yang besar, tapi awali dengan langkah-langkah kecil dan sederhana.

Mungkin saat itulah momen yang kamu cari selama ini. Tentunya, selalu ada kemungkinan untuk terjatuh di setiap langkahmu. Ya jatuhlah. Rasakan sakitnya jatuh, rawat lukamu baik-baik, lalu ambil langkah berikutnya.

Melakukan kesalahan itu manusiawi. Sama manusiawinya dengan belajar dari kesalahan.

Post a Comment

Pages

© 2019

Minimalist Web