Mimpiku Untuk Minimalist Web


Katanya, hal-hal besar dimulai dari keberanian untuk bermimpi besar. Tentunya, dilanjutkan dengan keberanian untuk bangun dan memulai.

Awalnya, alasan saya mulai ngeblog adalah sesederhana senang menulis.

Pengalaman menulis di majalah karyawan dan portal berita perusahaan (sebelum mengenal istilah content writer), mendapat apresiasi positif dari pembaca, telah merubah pandangan saya tentang dunia kepenulisan.

Kalau dipikir-pikir, agak anomali juga, kok bisa orang yang dulu nggak suka nulis, sekarang keranjingan menulis dan finally, ngeblog.

Memasuki dunia blogging, awalnya saya nggak terlalu banyak mikir ini-itunya blog. Buat saya, blog itu sebatas media buat menyalurkan hobi menulis saya. Tak lebih.

Berkenalan dengan minimalisme, meaningful life, self growth, contribution, sedikit banyak merubah cara pandang saya dan terhadap blog yang saya kelola.

Sebagai sebuah media untuk mengekspresikan diri dan juga mengkomunikasikan ide, pengalaman dan cerita, sebuah blog harusnya bisa menjadi lebih dari sekedar tempat menyalurkan hobi.

Setidaknya itu menurut saya.

Dream big, start small


Perlukah menuliskan impian?

Dulu, semasa aktif di bisnis MLM saya diajari untuk menuliskan impian kita ke dalam buku impian. Konon, orang yang mampu mewujudkan mimpinya adalah mereka yang menuliskan mimpinya dengan jelas.

Ada semacam kekuatan yang menarik mimpi tersebut untuk mendekati kita, dengan menuliskannya.

Anggap saja buku impian itu adalah daftar doa-doa kita kepada Yang Kuasa.

Yang namanya berdoa itu kan meminta. Jadi alangkah baiknya kalau minta itu yang jelas, supaya yang ngasih itu bisa memberikan sesuai permintaan.

Namun, minta juga harus tahu diri. Jangan meminta sesuatu yang tidak bisa diberi oleh si pemberi. Eh tapi, ini mintanya kan ke Yang Maha Kaya ya.


Blog Impianku : IMPACT

Inspiring

Pernah nggak, mampir ke sebuah blog (apapun blognya) kemudian selesai menamatkan salah satu artikel di blog tersebut, kamu terinspirasi melakukan sesuatu yang berbeda, mencoba pendekatan baru, atau melihat hal dengan cara pandang yang tak lagi sama?

Saya pernah.

Ada satu artikel yang sampai sekarang masih melekat kuat di ingatan saya tentang etika menulis untuk konsumsi publik dari mbak Wiwid.

Dan saat masuk ke ruang publik, semua butuh etika, perlu sopan santun dan tata krama. Menurut saya, etika membuat kita lebih profesional dan beradab.

Ada kalanya, saya tidak ambil pusing soal kemungkinan konten yang saya sajikan membawa dampak buruk buat pembaca. Tentunya, saya bisa dengan mudah berdalih kalau blog ini blog pribadi. Jadi, suka-suka saya dong mau nulis apa pun.

Kalau saja sesederhana itu ketika melempar opini ke ranah publik.

Sebagai narablog, kita memang tidak pernah tahu inspirasi seperti apa yang didapat pembaca setia blog kita. Namun, kita bisa kok, lebih berhati-hati dalam mengemas konten di dalam blog kita.

Mimpi saya sebagai narablog, adalah membuat konten yang menginspirasi orang untuk merasa, berbuat, dan menjadi lebih baik…syukur-syukur kalau konten saya bisa andil merubah mereka menjadi versi terbaik diri mereka.

Muluk? Iya lah, namanya juga mimpi 😊.


Meaningful

Dari minimalisme, saya belajar bahwa ada dua hal yang memungkinkan kita memiliki kebermaknaan hidup (live a meaningful life) yaitu pengembangan diri dan kontribusi.

Ada banyak cara memiliki kebermaknaan hidup dan blog adalah satu di antaranya.

Karenaya, mimpi saya untuk blog ini adalah menyajikan konten yang membuat saya bertumbuh secara pribadi, dan di saat bersamaan berkontribusi bagi orang lain.

Pertumbuhan pribadi sesederhana melatih kedisiplinan menulis, konsentrasi, hingga menjajal topik-topik atau jenis tulisan yang belum pernah saya buat sebelumnya.

Sedangkan kontribusi yang saya bicarakan adalah soal bagaimana konten di blog ini membantu kehidupan mereka.

Lagipula bukankah sebaik-baik manusia adalah ia yang paling banyak manfaatnya?


Personal

Satu hal yang saya suka dari membaca sebuah blog adalah sudut pandang, cerita, dan pengalaman pribadi si narablog terhadap topik yang dia angkat.

Seolah-olah ia sedang berada di depan saya dan menceritakan kisahnya.

Karena itulah, saya terinspirasi untuk juga berbagi cerita, pengalaman maupun opini pribadi saya lewat blog. Pelajaran yang saya dapat dari keseharian, pahitnya kegagalan, manisnya kesuksesan dalam bereksperimen di sebuah permainan bernama kehidupan.

Semoga cerita sederhana dan opini pribadi di dalam blog ini, bisa bermanfaat buat pembaca saya.


Actionable

Jangan biarkan sebuah ide baik menguap percuma karena tidak ada tindakan nyata yang menyertainya.

Inspirasi membuat kita bersemangat, tapi semangat saja tidak cukup. Perlu dilampiaskan ke dalam sebuah tindakan.

Setiap orang pasti punya cara melakukan sesuatu. Kenapa tidak dibagikan saja? Mungkin informasi yang tampaknya sepele buat kita, ternyata adalah jawaban dari penantian panjang seseorang. Siapa tahu?

Lagi pula apa sih kemungkinan terburuk dari berbagi informasi selain infonya sudah basi, sudah banyak yang tahu dll? Toh sekalipun semua orang sudah tahu, kita bisa menyimpannya untuk anak, adik dan generasi penerus kita kan (jadi berasa tua).

Itulah alasannya, saya ingin selalu bisa menutup tulisan-tulisan saya dengan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan seseorang.


Creative

Blog adalah salah satu media tempat saya melatih kreativitas selain media sosial.

Blog yang kreatif buat saya, tidak melulu penuh dengan teks.

Ada kalanya kita perlu memberikan bumbu penyedap seperti foto ilustrasi, infografis, gambar bergerak dan banyak lagi.

Kita juga bisa bermain dengan kata maupun sudut pandang dalam becerita.
Pendek kata, hanya karena semua narablog menulis 500 kata, bukan berarti kita harus menulis 500 kata bukan?

Mencoba pendekatan baru dalam berekspresi dan berkomunikasi, itulah salah satu impian ngeblog saya.

Dare to be different


Timeless

Ini adalah yang paling sulit dilakukan selain konsisten nulis, membuat konten-konten yang pernah hijau alias evergreen.

Tapi, buat kamu yang sudah mulai ngeblog 10-20 tahun lalu, pernah nggak merasa amaze dengan bagaimana konten yang kamu buat 10-20 tahun lalu, masih relevan dengan kondisi saat ini?

Saya nggak bisa jawab karena pertama, saya belum sesenior itu baik secara usia maupun lama ngeblog.

Ada yang bisa bantu jawab?

Namun jika bicara idealisme, ini adalah kondisi ideal sebuah konten menurut saya. Kalau kamu?


Wrap It Up

Itulah impian saya dengan blog yang saya kelola saat ini, MinimalistWeb. Muluk pastinya, kalau berkaca dengan kondisi kemampuan saya saat ini yang pas-pasan. Pas mood baru nulis.

Tapi kalau mimpinya nggak muluk, bisa-bisa nggak semangat ngerjainnya.

Kamu punya impian dengan blogmu? Tulis yuk.

14 comments

  1. Semoga mimpi-mimpi minimalist web tercapai. Blog ini bagus. Dan saya yakin bisa menginspirasi pembaca setia minimalist web.

    Oh iya, kedepan apa tidak ada rencana untuk memonetisasi blog ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas chaidir. Insya Allah ke depan nggak dimonetisasi mas.

      Delete
  2. Tulisannya rapi bnget kak... Sangat inspirasi

    ReplyDelete
  3. Blog sebagai sarana expertise saya dalam membuat konten dan desain mas.

    Salam kenal

    ReplyDelete
  4. impianku memang ga berkaitan dengan blog mas. Krn aku hobby traveling, udh jelas impianku pasti menyangkut itu. tapiiii blog aku butuhin utk bisa menuliskan semua pengalaman2 dari traveling impian tadi :D. aku g pengen memonetize blog yg skr, aku hanya pgn bisa menuliskan lebih banyak lg pengalaman2 yg aku dapat. berharap semua kontennya bisa berguna utk orang2 yang ingin ke destinasi yg sama, ato bisa meracuni pembaca, agar datang dan melihat sendiri yg aku rasain :D. itu sih yg sekarang ini jd impianku banget :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan sepertinya dirimu sudah berhasil mbak...aku termasuk salah satu yang 'keracunan' 😅

      Delete
  5. Pengennya blog aku bisa lebih bercerita dari sudut pandang yg berbeda, meski niche tetap sama.

    Sama sih mas, rajin ngeblog itu masih peer buat aku hihihi sekuat tenaga menolak kemalasan. Untungnya dibantu krn bergabung 1m1c 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, 1m1c ini memang bantu banget buat 'remind' diri sendiri untuk terus berbagi cerita berfaedah di blog 😊

      Delete
  6. saya suka bagian: " Ada kalanya, saya tidak ambil pusing soal kemungkinan konten yang saya sajikan membawa dampak buruk buat pembaca. Tentunya, saya bisa dengan mudah berdalih kalau blog ini blog pribadi. Jadi, suka-suka saya dong mau nulis apa pun.

    Kalau saja sesederhana itu ketika melempar opini ke ranah publik.

    Sebagai narablog, kita memang tidak pernah tahu inspirasi seperti apa yang didapat pembaca setia blog kita. Namun, kita bisa kok, lebih berhati-hati dalam mengemas konten di dalam blog kita.

    Mimpi saya sebagai narablog, adalah membuat konten yang menginspirasi orang untuk merasa, berbuat, dan menjadi lebih baik…syukur-syukur kalau konten saya bisa andil merubah mereka menjadi versi terbaik diri mereka. "

    makasih masukannya mas, saya jadi lebih aware sama apa yg akan saya tulis di blog pribadi saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks to mbak wiwid dari ibusegalatau.com karena dari situlah inspirasi ini berasal.

      Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat ya.

      Delete

Post a Comment

Pages

© 2019

Minimalist Web