Menyambut 2020 Dengan Tema Baru


Sudah jadi kebiasaan sejak 2 tahun ini, setiap akhir tahun seperti sekarang ini saya mulai menyusun tema yang pas untuk menjalani hari-hari selama setahun ke depan.

Tema yang berlaku baik di dalam pekerjaan, keluarga, maupun proses kreatif saya membuat konten blog.

Di tahun 2019 ini, tema besar saya adalah: self growth & contribution

Idenya, fokus dalam segala aktivitas keseharian saya harus mengarah ke pertumbuhan pribadi saya (e.g. nambah pengetahuan, keterampilan dll.). Di saat yang sama saya juga harus bisa memberi kontribusi/ sumbangsih positif terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar saya (termasuk pembaca blog saya).

Kenapa saya memilih membuat tema daripada target tahunan?

Alasannya cukup sederhana, saya tidak terlalu cakap dalam menyusun target yang ambisius tapi tetap realistis. Biasanya kalau nggak ekstrim kanan ya ekstrim kiri.

Kalau nggak targetnya kemelipan sehingga banyak nggak tercapainya, ya kerendahan jadi terlalu gampang. At the end, tidak memotivasi saya untuk keep on getting better.

Jadi, saya lebih memilih menyusun tema besar sebagai arahan (atau istilah kerennya, visi) langkah saya setahun ke depan.

Tentang Tema 2020

Simpler, faster, better (SFB) menjadi tema yang saya usung untuk tahun 2020.

Kenapa SFB?

Jadi ceritanya gini...sebagai seorang melankolis yang (sok) perfeksionis, saya sering mendapati diri saya tidak melakukan apa yang harusnya saya lakukan, menyelesaikan apa yang harusnya saya selesaikan sesuai tenggat waktu yang diberikan maupun, menghasilkan sesuatu yang jauh dari harapan/permintaan.

Itu terjadi di pekerjaan, rumah maupun saat saya menyusun konten blog.

Kok bisa? Ya bisa.

Pada kasus saya, seringkali hal ini terjadi karena 2 hal yaitu:
  1. Mikirnya keruwetan
  2. Ngerjainnya kelamaan

Hasilnya kalau nggak jadinya salah dan rework, ya nggak jadi apa-apa (nggak dikerjain). Sayangnya, kedua hal itu nggak ada yang bisa dibanggain.

Berkaca dari pengalaman sepanjang tahun 2019 di mana banyak sekali perubahan terjadi begitu cepat dan menuntut saya untuk bisa catch up, bisa gawat kalau di tahun 2020 sayanya gini-gini aja.

Sementara perubahan-perubahan (yang sering nggak jelas, mendadak dan serba ambigu) ini tampaknya akan terus berlanjut di tahun.

Nggak di kantor, nggak di rumah, nggak ngeblog...sama saja.

Filosofi SFB

Apa sih SFB itu dan bagaimana pengaplikasiannya dalam keseharian? Ini adalah SFB versi saya, resep saya...apakah akan berlaku sama buat semua orang? Harusnya sih nggak.

Simpler
Lebih sederhana prosesnya. Prinsipnya sama seperti menjalani hidup minimalis. Saya perlu decluttering atau membereskan proses-proses yang tidak esensial dan tidak memberi nilai tambah.


Dengan mengurangi proses, artinya saya bisa menghasilkan lebih banyak.

Saya tidak terlalu suka dengan keruwetan dan birokrasi yang bertele-tele, jadi saya tidak punya alasan untuk menjadi sesuatu/ seseorang yang saya tidak sukai bukan?

Faster

Semakin sedikit proses artinya semakin cepat selesai.

Mengepak 50 pakaian tentunya membutuhkan waktu lebih lama daripada membereskan 5 pakaian. Belum lagi kalau masing-masing pakaian itu minta perlakuan yang beda-beda. 

Nggak kelar-kelar.

Dengan mengurangi jumlah proses, saya bisa meningkatkan kecepatan saya merampungkan pekerjaan-pekerjaan yang never ending itu.

Better

'Banter salah' tidak pernah lebih baik daripada 'bener kesuwen, begitu pula sebaliknya'.

Di sini saya perlu menjaga kewarasan agar tidak salah menyusun strategi. Karena at the end of the day, kualitas kerja itu dilihat dari hasilnya.

Nggak guna prosesnya sederhana dan selesai on time kalau hasil akhirnya jauh dari harapan. Yang ada malah rework dan revisi (yang sayangnya, bikin tambah lama dan ruwet).

Benar dari awal, itu lebih sederhana daripada grusa-grusu.

Dan, sekali lagi, sederhana dan mudah itu dua hal yang jauh berbeda.

Wrap It Up

Jadi...itulah tema saya di tahun 2020. Semoga saya dimampukan untuk memberi kontribusi lebih dan terus bertumbuh dalam prosesnya dengan cara simpler, faster, better.

Wish me luck ya.

6 comments

  1. Mikirnya keruwetan
    Ngerjainnya kelamaan

    Ini banget juga nih saya kalo nulis di blog. Jadinya nulis satu tulisan aja lamaaa banget. Pengen bisa nulis lebih cepat juga tahun depan.

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Waduh, maksudnya yang kaya gimana tuh?

      Delete
    2. pas baca detailnya: Simpler, faster, better...langsung teringat Template AMP yang sedang saya garap: Simple, faster, better performance he he he...

      Ngomong ngomong template blog ini juga minimalis lho.

      Saya sendiri tidak ada resolusi apa apa karena hidup saya simple: Bangun pagi sehabis mandi dan sarapan buka laptop dan mulai bekerja...bukan blogging sih tapi mengerjakan pekerjaan rutin yang telah menghidupi saya lebih 6 tahun he he he

      Delete
    3. Wah keren kayanya tuh templatenya...

      Delete

Post a Comment