Ujung-ujungnya Promosi

promosi

Begin with the end in mind - Stephen R Covey


Menurut pengalaman saya, membayangkan hasil akhir yang diharapkan cukup efektif dalam menyederhanakan proses apapun.

Demikian pula dengan ngeblog. Buat saya, hasil akhir proses menulis blog adalah promosi. Baik lewat grup Facebook, Facebook page, WAG, maupun cuitan di Twitter.

Tadinya saya nggak terlalu menganggap penting aktivitas promosi ini. Namun, setelah beberapa kali mengalami kesulitan menyusun narasi promosi menarik saya mulai berpikir sepertinya ada yang perlu diperbaiki nih.

Kebetulan, beberapa waktu lalu saya bergabung dengan sebuah komunitas bloger bernama 1minggu1cerita.

Di komunitas bloger ini, kita diminta untuk rajin mengupdate isi blog walau hanya sekali dalam seminggu. Dan, dibuktikan dengan setor ke situs 1minggu1cerita.

Yang menarik ketika beberapa kali saya setor tulisan adalah, template setoran di mana kita diminta menuliskan juga materi promosi untuk tulisan kita. Nantinya, tulisan kita akan diposting ke akun Twitter komunitas ini.

Welcome greet setiap setor.

Di situ, saya jadi terpikir...kalau ujung-ujungnya nulis nanti adalah membuat materi promosi, gimana ya kalau langkah pertama saya dalam menulis blog adalah: membuat narasi promosi.

Eksperimen Dimulai... 

Tulisan saya sebelumnya menjadi percobaan pertama saya dengan cara ini.

Agak aneh juga awalnya, nggak ada draf sama sekali kok bikin narasi promosi. Apa yang mau dipromosiin?

Ya udah, namanya juga coba-coba. Kalau nggak berhasil ya tar cari cara lain, simpel aja.

Ternyata nulis materi promosi itu membantu sekali buat saya untuk fokus sama arah tulisan saya, apa yang mau saya sampaikan, dan cara penyampaiannya.

Saya jadi tahu, apa yang seharusnya saya tulis dan yang tidak saya tulis.

Hal ini juga memudahkan ketika proses proofreading dan editing. Di samping, jelas...tak lagi repot putar otak menyusun narasi promosi saat hendak memposting tulisan tersebut di media sosial.

Cara ini membantu saya menciptakan frame tulisan sehingga saya dapat mengelola kreativitas dengan lebih baik. Tetap mengalir, tapi tetap terkendali.

Bagaimana denganmu?

12 comments:

  1. aku blm pernah pake cara ini, nulis materi promosinya , dan dibatasi pula jumlah karakter. Cukup challenging sih :D. pengen coba ikutan, tp aku blm yakin bisa update tulisan seminggu sekali -_- . Akun twitterku jg hrs diaktifin lg kalo ikut ini :D. Tapi mungkin tulisan berikutnya aku coba deh nulis materi promosi, tp ga dikutkan ke komunitas ini. untuk sendiri dulu aja. Mungkin dgn gt aku lbh lancara nulis isi blognya :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ee...nggak join gpp kok. Yang penting konsistensinya dijaga.

      Lagian, this is just a way...bukan the only way buat improve konsistensi ngeblog.

      Apapun caranya, selama efektif...lakukan lah.

      Semoga membantu 😄

      Delete
  2. Wah, belum pernah nih, menulis dengan cara begini. Tapi ini berarti materi promosinya adalah kerangka dari artikelnya, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin lebih mirip semacam trailer kali ya 🤔

      Delete
  3. belum pernah nyoba sih, jd tertarik juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mencoba bun...kabarin ya kalo berhasil 😁

      Delete
  4. wah kalau itu saya ga bisa mas, nyiapin tulisan dulu baru bisa promosi. soalnya ga kebayang kalau promosinya ada, tapi artikelnya masih kurang sesuai sama isi promosi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mas, tiap orang punya caranya masing-masing. What works on me may not works on others... dan sebaliknya.

      Yang penting kan hasilnya toh 😊

      Delete
  5. wa ini jadi pembelajaran noted
    kadang pas promosiin artikel yg udah jadi malah bingung
    coba dibalik kayaknya seru
    [pingin coba]

    ReplyDelete
  6. Jujur saya heran dulu, kok bisa ada komunitas yang mewadahi blogger agar rajin nulis seminggu sekali aja, bukankah itu terlalu sedikit?
    Etdah, ternyata banyak juga yang akhirnya ditendang dari grup.

    Tapi grup itu selalu ngangenin, makanya kebanyakan orang balik lagi.

    Btw, bahkan saya kadang lupa loh nyetor di situ, alhasil kadang semingguan nggak ada setoran, padahal aslinya nulis juga tapi lupa publish di website tersebut :D

    ReplyDelete

Bagikan tanggapan, kritik maupun saran kamu tentang tulisan ini.

Jangan lupa klik subscribe sebelum pergi.