Menggunakan Schedule Post Biar Blog Nggak Bolong-Bolong


Ngeblog itu butuh konsistensi dalam banyak hal, salah satunya adalah konsisten mengupdate konten. Namun, sudah jadi isu global sejak dahulu kala bahwa yang namanya konsisten itu sulit.

schedule-post



Isu global para bloger

Ngeblog itu 80% aktivitasnya berhubungan dengan menulis, karena itu kalau sedari awal kita tidak terlalu passion sama yang namanya nulis, maka ada baiknya kita mempertimbangkan ulang keputusan kita untuk terus ngeblog.

Namun, se-passion-passion-nya seorang bloger dengan menulis, akan tiba masanya ketika menulis, menjadi sebuah momok yang mengerikan.

Lets face it, ada kalanya kita nggak bisa selalu ngupdate konten dengan bermacam-macam alasan (dan kadang, alesan), mulai kehabisan ide, terserang wabah writer’s block, kerjaan yang menggunung, kucing sakit hingga, undangan pernikahan marathon teman SD, SMP, SMA, kuliah dan kantor.

Alhasil, jadwal nulis dan ngupdate konten blog mau nggak mau jadi berantakan. Mau disusun ulang udah keburu males hilang feel-nya.

Menggunakan fitur schedule post sebagai alternatif solusi

Lama tapi baru, seperti itulah pandangan saya terhadap fitur schedule post ini.

Sudah lama tahu ada fitur ini, tapi baru sekarang dipakai. Dulu, saya nggak anggep fitur ini karena saya lebih suka nulis-publish-finish

Alhasil, giliran ide lagi melimpah dan ditunjang dengan kondisi prima dan waktu yang tersedia, saya bisa konsisten tuh ngupdate konten-konten blog.

Dan kemudian saat paceklik tiba, libur pula update-nya.

Lalu saya coba iseng-iseng menggunakan fitur schedule post setelah membaca sebuah artikel dari mbak Ewa Febri tentang topik ini.

Kalau dipikir-pikir, cara ini merupakan cara yang cerdas. Karena, sebagai bloger yang hidupnya nggak melulu ngeblog, saya agak kepayahan juga ngupdate konten selama ini.

Kadang terpikir, kalau saja pas dapat ide, tiba-tiba bisa tertuang otomatis di blog, sepertinya enak tuh.

Ya, tapi ya kita sama-sama tahu kalau itu nggak lebih dari mimpi di siang bolong.

Cara menggunakan schedule post

blogger-schedule-post
Schedule Post di Blogger

Beginilah cara saya menggunakan fitur schedule post untuk mengupdate konten blog:
  1. Membuat editorial post 
  2. Menentukan jadwal tayang per tulisan
  3. Menyusun outline per tulisan
  4. Mulai menulis hingga siap publish
  5. Atur waktu tayang dan klik publish


Oya, untuk memaksimalkan fitur ini, nggak ada salahnya kalau kamu menentukan frekuensi posting ideal buat blogmu. Saya sih memilih seminggu sekali.

Untuk frekuensi postingan, kamu bisa atur sesuai seleramu. Berapa kali seminggu yang pas buat kamu. Menurut saya sih minimal 1x seminggu, tapi anyhow, sesuaikan lah sama dirimu sendiri.

Ibarat resep masakan, kan harus tetap menyesuaikan lidah yang makan. 

Kesimpulan

Discipline won’t fail you, you however, may fail discipline

Menjaga konsistensi itu penting, apapun aktivitasnya. Sulit? Iya, tapi nggak mustahil kok. Selama kita mau berusaha mencari cara yang paling efektif untuk kita sendiri.

Menggunakan fitur schedule post adalah salah satu cara yang saya tahu dan gunakan untuk menjaga konsistensi ini.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada cara lain yang bisa dilakukan dan itu berhasil buat kamu. Jadi, jika kamu punya cara untuk menjaga konsistensimu ngeblog, maukah kamu berbagi bersama kami melalui kolom komentar?

Terakhir, kalau kamu suka dan mendapat manfaat dengan tulisan-tulisan di blog ini, maukah kamu berlangganan atau membagikan blog ini ke teman-temanmu? 

34 comments:

  1. Nah bener ini mas. Selama ide masih kaya dan bisa produktif lanjutkan dengan menulis lalu tinggal atur jadwal publishnya. jadi kalau panceklik ide tiba, maka blog masih tetap update

    kalau saya sendiri di menu wordpress juga ada, tapi ga saya gunakan. Tapi untuk tetap update, setiap ide selalu saya jadikan draft tulisan berikut dengan outline nya, jadi tinggal diteruskan hingga menjadi tulisan yang sempurna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu juga bisa dilakukan mas, semacam mengisi saldo konten kan. Nah saat tiba waktunya, tingg re-touch dan publish deh.

      Delete
  2. ide memang ada tapi beneran, males adalah halangan, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...udah jadi rahasia yang nggak rahasia lagi ya kalo ini 😅

      Delete
  3. Schedule post merupakan salah satu cara untuk antisipasi malesnya menulis alias ngupdate konten.

    Betul sekali konsisten itu sangatlah sulit namun bukan berarti kita tidak mungkin untuk kita lakukan, kalau kita punya tekad yg kuat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alih-alih bilang "Ya nggak bisa" mending memberanikan diri untuk bertanya, "Bisa nggak ya?"

      Bukan begitu?

      Delete
  4. Saya dulu juga lebih suka update fresh ketimbang scheduled post. Tapi makin kesini akhirnya pakai juga scheduled post supaya tulisan nggak numpuk di aplikasi office di hp dan blog tetap selalu ada updatenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya sama saja sih, cuma kalau dengan scheduled post itu kan sudah 99.9% tayang. Sedangkan kalau disimpan sendiri, ada kemungkinan lupa dsb yang membuat draft itu gagal tayang.

      Delete
  5. Aku sebenarnya tidak menyarankan untuk dischedul, pengalamanku schedul di blogspot tidak berfungsi. kalau di wordpress iya bisa.
    --
    Takut aku keliru, nanti aku coba lagi deh.. Maaf numpang komentar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. So far saya sih belum ada masalah gagal tayang dengan schedule post. Moga-moga aja nggak masalah terus.

      Delete
  6. Ketika ide2 menulis sedang melimpah, menggunakan schedule post ini memang pilihan yang sangat tepat. Sebagai upaya perlindungan diri ketika krisis ide melanda haha��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya salah satu caranya hehehe...sebelum njedokin kepala ke tembok gegara ide nggak muncul2.

      Delete
  7. Saya waktu nulis cerita bersambung saya pakai fitur ini. Jadi buat cerita panjang lalu saya putus-putus dengan kriteria ceritanya. Alhasil nutuplah selama 3 bulan seminggu sekali ada cerpen tayang.

    ReplyDelete
  8. Ngebut di awal, lega kemudian ya mas Pungkas.

    ReplyDelete
  9. Mantap nih, baru tau kalau bisa ngejadwalin gitu, enak kalau lagi ga di depan laptop dan males buka dashboard blogger bisa auto publish sendiri, tinggal ngeshare-share aja tulisan kita di media sosial. Terimakasih tipsnya

    ReplyDelete
  10. Ini masalahku jg sbnrnya, kdg ga bisa sesuai schedule. Padahal jadwalku update blog itu 2 Minggu sekali doang. Pekerjaan kantor jujurnya nyita waktu banget mas :(.

    Cm so far aku nyikapi nya dengan selalu membuat draft tulisan tp ga dibikin jadwal posting. Jd tiap traveling, aku slalu tulis sedetilnya ttg tempat yg aku datangi ato kuliner yg dicoba. Tetep sih harus dipoles ulang kata2nya. Nah utk molesnya itu yg kdg g ada waktu hahahaha.. berharap sihs aku resign pertengahan tahun ini jd LBH teratur updatenya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi resign mbak? Wish you the best lah.

      Kalo dipikir-pikir, sepertinya cara ini kurang sesuai sama travel blogger or event blogger ya. Mungkin lebih pas untuk konten-konten organik.

      Menurut mbak gimana?

      Delete
  11. Fitur ini yang paling sering aku pake, Mas. Karena menyadari kalau ide nulis kadang banyak, kadang gak ada sama sekali. Daripada dalam satu waktu post banyak artikel lalu di waktu-waktu selanjutnya gak post lagi, schedule post ini memang pilihan terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menggunakan azas adil dan merata ya mbak. 😁

      Jadi memang bener ya, ini cara lama tapi baru (buat saya) hehehehe.

      Delete
  12. Hahaha rahasia saya selalu bisa posting sesering mungkin apalagi kalau ODOP ya pakai schedulle ini Mas, kadang kalau waktunya memungkinkan, saya akan sebegitu sumringah kalau postingan di schedulle udah berjejer 3-4 postingan, itu berarti saya bisa nyicil blog walking, balas komen dan semacamnya itu :D

    tapi bener loh, saya juga mulai kehabisan mood menulis, saya paksa dan jadinya udah nulis panjang, tapi jadi nggak mood ditayangkan ahhaahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang setelah 'kewajiban' ditunaikan itu mau ngelakuin yang lainnya jadi lebih lega ya mbak.

      Saya juga udah mulai kena nih, nggak mood tayang. Lebih tepatnya setelah dibaca ulang, sepertinya nggak pantas tayang.

      Delete
  13. Aku sudah tahu sih fitur schedule post ini sejak lama, tapi ya ngga pernah pakai karena aku orangnya kalo pengin posting ya post, kalo lagi malas ya libur lama.

    Tapi memang perlu dicoba juga nih, tinggal bikin 4 artikel lalu setting seminggu sekali, enak sebulan bisa libur.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...tinggal mikir mau ngapain di masa liburan ya.

      Delete
  14. Sulit banget buat bisa konsisten. semoga tahun ini saya bisa isi artikel blog ku lebih banyak lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih banyak dan lebih berkualitas ya.

      Delete
  15. betul, konsisten itu sulit bingit..
    kadang ide menggila, kadang gak ada sama sekali. Apalagi ketambahan mood yang hilang timbul.

    aku juga kadang-kadang pakai schedule post supaya postingan lebih teratur. Pas ide lagi banyak-banyaknya, jangan membabi buta pingin publish semua.. selow aja, save dulu di draft buat di publish besok-besok.. hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga melatih pengendalian diri ya mbak...publish di waktu yang tepat.

      Delete
  16. Saya juga pakai schedule post mas sebulan terakhir ini, karena lumayan membantu untuk konsisten update meski saat saya lagi nggak di depan laptop :D jadi sudah kumpulkan beberapa tulisan dulu, baru dipecah jadwalnya ~

    Karena dulu saya pernah rajin menulis, terus sempat vakum beberapa bulan. Langsung drop rank dan lainnya hehe. Jadi sekarang disiasati dengan buat schedule post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe....berarti bener ya, ini memang trik lama 😅

      Delete
  17. Huhuhuh, saya belum aplikasikan fitur ini nih. Masih sukanya ya nulis-edit-publish. Nulis lagi nanti klo sempat dan ada ide. Padahal klo bisa nulis seminggu sekali aja yg udah terjadwal kan itu kereeeen. Dan jangan lupa setorannya #1m1c😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo buat saya fitur ini lebih semacam asuransi postingan kita bisa konsisten.

      Selain itu, bisa juga untuk sarana menunaikan kewajiban posting jadi bisa lebih leluasa melakukan aktivitas lain. In my case, blogwalking.

      Delete

Bagikan tanggapan, kritik maupun saran kamu tentang tulisan ini.

Jangan lupa klik subscribe sebelum pergi.