Kualitas vs Kuantitas


Pilih mana, punya baju selusin tapi kualitasnya nggak bagus-bagus amat, atau sebiji tapi high quality?

Ngeposting setiap hari konten biasa-biasa, atau satu tapi luar biasa?

Punya waktu berjam-jam sama keluarga tapi ya gitu-gitu aja, atau 15 menit tapi bermakna?

Jadi, kamu pilih mana? Kualitas atau kuantitas?



Kualitas vs kuantitas, hmm...kenapa ya dua hal ini selalu diposisikan sebagai dua kubu yang berlawanan? Apa iya mereka berdua ini memang udah musuhan sejak lahir?

Atau...kitanya aja nih yang suka mbanding-mbandingin dan musuh-musuhin 2 hal yang sejatinya sama hanya tampak beda.

Baju satu bagus vs baju selusin biasa. Kamu pilih mana tadi? Kalau kamu pilih kualitas, apa iya kamu nggak ganti baju seumur hidupmu?

Ya kalau hidupmu singkat, kalau panjang umurnya serta mulia? Kan nyusahin diri sendiri jadinya...dan orang lain yang harus tahan napas tiap kali deket kamu.

Ngeposting konten biasa-biasa tiap hari, atau konten luar biasa...setahun sekali? Hmm...keburu ditinggal lari pembaca setia tar.

Gimana kalau kita coba berhenti berpikiran extreem to extreem, kalau nggak hitam ya putih. Padahal Tuhan menciptakan banyak sekali warna di dunia.

Ada sebuah artikel yang saya pernah baca dan lupa siapa penulisnya, tentang kualitas dan kuantitas ini.

Good quality comes in a right quantity

Artinya, kualitas yang baik itu punya kuantitas yang pas. In my opinion, kuantitas adalah bagian dari kualitas.

Contoh sederhananya, kalau kamu pesan martabak 10 kotak, tentunya kualitas si penjual martabak itu tampak dari isi dan jumlah yang sesuai pesanan kan?

Kalau jumlahnya kurang, ya mohon maaf...artinya kualitas bapak/ibu penjual itu ya nggak bisa dibilang bagus.

Demikian juga dengan ngeblog, bercengkerama dengan keluarga dan lainnya.

Kualitas memang penting, tapi jangan lupa kuantitas juga harus pas.

Menurutmu?

2 comments:

  1. Sayaaa...PILIH BAJU YANG BANYAK MESKI NGGAK MAHAL!!!

    casplock jebol!

    Kalau baju saya banyak, meski murahan kan bisa saya mix and match dan jadinya terlihat nggak murahan lagi.

    Tapi kalau saya punya baju satu aja, ya udah gitu aja terus, bosan kan!

    Kalau punya waktu 24 jam, meski gitu-gitu aja, tapi saya punya kesempatan untuk buat lebih dari yang gitu-gitu aja.

    Kalau saya menulis setiap hari, meski receh, tapi saya punya kesempatan buat belajar sambil langsung praktik yang tentunya lama-lama bakal jadi lebih berkualitas.

    Pokoknya saya pilih kuantitas aja dulu deh Mas, nanti bsia di upgrade *eaaaaa ahhahahaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Upgrade sambil jalan ya...hmm, make sense.

      Delete

Bagikan tanggapan, kritik maupun saran kamu tentang tulisan ini.

Jangan lupa klik subscribe sebelum pergi.