Tips Memilih Desain Blog

Desain yang baik untuk blog itu yang seperti apa sih? Terus, apa saja menu atau fungsi wajib yang harus ada dalam sebuah blog? Lalu, sebaiknya menggunakan template gratis atau berbayar?

Kali ini, saya mau ajak kamu untuk diskusi dan berbagi opini maupun pengalamanmu soal desain blog.

Sebelum mulai, subscribe dulu ya biar kamu selalu jadi yang pertama tahu update blog ini.




Istana Untuk Sang Raja

Tentunya istilah konten adalah raja sudah nggak asing lagi buat kamu yang bergerak di industri kreatif, salah satunya bloger. 

Betul banget, konten adalah raja. Dan selayaknya raja pada umumnya, mereka perlu istana, walaupun sebatas jadi raja di hatimu (eeaaa…).

Dalam konteks blog, template blog adalah istana bagi konten-konten yang kita buat dengan cucuran keringat dan air mata (ada lagi yang biasanya mengucur deras ketika membuat konten?)

Lalu bagaimana ya caranya memilih template terbaik untuk blog kita?

Menurut mbak Carra, setidaknya ada 7 hal yang perlu kamu perhatikan saat memilah-milih desain untuk blogmu, yaitu:
  1. Personal branding
  2. Hindari desain yang terlalu ramai
  3. Bijak memilih warna
  4. Bersihkan sidebar
  5. Easy to share
  6. Ukuran foto/gambar
  7. Fast loading


Pertimbangan Memilih Desain Blog

Dari beberapa kali renovasi desain blog, ada beberapa hal yang selalu saya pertimbangkan dalam memilih template.

Pertimbangan #1: Karakter Blog

Saya adalah penggemar desain-desain bernuansa minimalis. Baik itu web maupun produk-produk 3 dimensi.

Seneng aja sama kesan simple dan elegan yang ditonjolkan dari desain-desain minimalis ini. 

Beberapa desain yang pernah saya pakai untuk blog saya antara lain:
1. Write (ini yang paling lama saya pakai)
3. Davis

Pertimbangan #2: User Friendliness

Kenyamanan pengunjung juga poin yang harus saya pertimbangkan saat memilih desain template blog.

Hal terakhir yang saya inginkan untuk pengunjung Minimalist Web adalah membuat mereka bingung dan nggak nyaman dengan tampilan blog ini. 

Apa yang saya coba lakukan untuk membuat para pengunjung nyaman adalah dengan melakukan beberapa langkah berikut:
  • Memastikan tampilan blog saya bersih dan rapi. Mulai dengan tidak memasang iklan adsense hingga memilih warna putih sebagai background agar kesan bersihnya semakin kuat.
  • Menggunakan template responsif. Saya termasuk orang yang lebih sering mengakses blog lewat ponsel, sehingga saya suka KZL saat berkunjung ke blog kawan yang masih belum responsif. Atau, sudah responsif, tapi pengaturan tampilan mobile-nya ngikut tampilan standar Blogger yang ya…gitu-gitu aja. 
  • Menu navigasi yang jelas. Ada kalanya, saya tergoda untuk terlalu kreatif dengan menu-menu navigasi yang saya buat. Menggunakan istilah-istilah yang hanya saya dan Tuhan yang  tahu apa maksudnya. Namun, demi kenyamanan pengunjung, saya harus belajar ngerem dorongan-dorongan semacam ini.


Pertimbangan #3: Fungsi Wajib

Saya sih nggak terlalu gandrung sama desain blog dengan sidebar. Untuk blog, saya lebih suka desain-desain 1 kolom atau tanpa sidebar.

Alasannya sederhana, biar nggak terlalu rame aja. 

Lalu bagaimana dengan informasi-informasi yang biasanya dipasang di sidebar? Saya menyiasatinya dengan meletakkannya di halaman tersendiri. 

Saya juga nggak pasang banner walaupun saya gabung di beberapa komunitas bloger. Untungnya memang nggak diwajibkan. Kalau nantinya diwajibkan? Hmm…mungkin saya akan mempertimbangkan untuk check out saja.

Soal fungsi wajib yang harus tersedia di sebuah blog, menurut saya fungsi-fungsi berikut ini harus ada di setiap blog.
  • Halaman About Me. Lumrah kan ya, setiap pembaca ingin berkenalan dengan sosok di balik tulisan-tulisan yang mereka baca kan. Jadi, why not give them that? 
  • Sitemap/Daftar Isi. Setiap orang punya minat yang berbeda-beda. Nggak semua orang suka baca tulisan yang sama kan? Nah, ya sudah sodorin aja list-nya biar mereka bisa pilih sendiri apa yang mau mereka baca.
  • Search. Kalau menurut mbak Ewa Febri, fungsi ini membantu banget buat pengunjung lama yang mampir lagi ke blog kita, tapi lupa judul tulisan yang mau mereka baca ulang. Dan memang iya sih, saya sering gitu pas revisit ke sebuah blog.
  • Contact. Di beberapa blog, saya lihat fungsi ini digabung dengan halaman About Me. Nggak salah sih karena secara esensi mirip-mirip, tentang informasi si bloger. 
  • Social Share. Mudahkan pengunjung membagikan konten favorit mereka lewat media sosial dengan fungsi ini. Walaupun sebenarnya bisa saja sih mereka copas alamat url, tapi kan jadi agak ribet ya. 
  • Subscribe/Follow. Buat saya, fungsi ini penting banget terutama fungsi subsribe by email. Dan salah satu fokus saya tahun ini adalah membangun subscriber list untuk Minimalist Web. Kenapa? Sederhana saja, saya ingin membangun loyal reader sehingga memotivasi saya untuk terus menyajikan konten-konten yang berfaedah buat mereka.


Gratisan Vs Premium

Mana yang lebih baik, menggunakan template gratis atau berbayar?

Tentunya keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mana yang paling sesuai untuk kebutuhan kamu, ya kamu sendiri yang tahu.

Pengalaman saya sih, sebaiknya jangan menggunakan template berbayar sebelum kamu bisa konsisten ngeblog tanpa putus selama 6 bulan.

Saya sendiri mulai menggunakan template premium alias berbayar mulai pertengahan 2019, sejak pertama kali ngeblog di akhir 2016..

Walaupun harga template blog itu nggak mahal-mahal amat (dibandingkan dengan kemudahan yang akan kamu terima), tapi kamu perlu memantapkan diri bahwa kamu memang perlu template berbayar.

Jangan sampai udah terlanjur beli, tapi setelah itu blognya nggak keurus. Kan sayang, mubazir jadinya.

Lagi pula, menggunakan template premium nggak akan secara otomatis mendongkrak kualitasmu sebagai bloger kok. So, it’s okay pakai template grátis.

Malah menggunakan template grátis ini bisa jadi sarana belajar utak-atik kode HTML yang nantinya kamu perlukan juga saat kamu beralih ke template premium.

Klik : Maha Templates

Memilih Template Premium

Kalau kamu tertarik untuk beralih ke template premium alias berbayar, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal berikut:
  1. Kualitas Desain
  2. Harga
  3. Layanan Purna Jual


Ingat, teliti sebelum membeli itu penting. Harus rajin survey mencari penyedia template blog yang bisa memenuhi ketiga kualifikasi di atas.

Jangan sungkan untuk japri ke bloger yang juga sudah menggunakan template dari penyedia yang kamu incar. I did that.

Template yang saya gunakan adalah template Stay Magz Mini dari Maha Templates. Namun, sudah sedikit saya re-touch menyesuaikan karakter brand yang ingin saya bangun.

Alasan saya merekomendasikan Maha Templates, adalah di poin ketiga. 

Parameternya sederhana, coba bandingkan desain blog ini dengan desain default-nya. Kalau si penjualnya nggak sabaran, kira-kira mungkin nggak tampilan blog ini berubah sebanyak ini?

Kesimpulan

Memilah-milih template blog itu mengasyikkan, tapi juga harus hati-hati biar nggak menyesal dan akhirnya buang waktu, tenaga dan uang untuk merenovasi desain blogmu.

Intinya, dalam memilih desain blog kamu perlu menjaga keseimbangan antara menonjolkan personal brand-mu tapi tetap user friendly.

Selain itu, kalau kamu memang mau beralih ke template premium, saran saya…take it easy, nggak perlu buru-buru. 

Apakah kamu punya tips dan trik saat memilih desain blog?

10 comments

  1. untuk yang punya iklan sepertinya susah utk fast loading ya mas hehe

    ReplyDelete
  2. Saya juga suka blog minimalis seperti blog mas ini, karena loadingnya cepat, dan tampilannya terlihat bersih :D

    Terus navigasinya juga mudah digunakan :>

    ReplyDelete
  3. setelah saya putuskan daripada mumet sendiri ngatur template blog akhiranya saya pilih jasa premium. Jadi setelahnya saya bisa fokus nulis dan membangun niche blog hehe.

    ReplyDelete
  4. Kalau aku suka yang minimalis seperti blog mas ini. Cuman pengen ngutak-atik themes gak bisa, gak ngerti html. Mungkin bakal nabung aja biar bisa pake jasa pasang themes premium aja deh. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau platform blogger, template premium itu beli sekali untuk seterusnya sih. Kurang tahu kalau platform lainnya.

      Kalau mau pakai jasa desainer, make sure orangnya mau 'digangguin' setelah transaksi mbak hehehe.

      Delete

Post a Comment

Bagikan tanggapan, kritik maupun saran kamu tentang tulisan ini.

Jangan lupa klik subscribe sebelum pergi.