3 Cara Mensyukuri Apa Yang Kamu Punya

bersyukur

Bahagia itu sederhana. Sesederhana mampu merasa cukup dan mensyukuri apa yang kita miliki, apa pun dan berapa pun itu.


Namun, sederhana bukan berarti mudah. Tak jarang hal-hal yang sederhana untuk dilakukan, justru sulit dan perlu perjuangan untuk melakukannya.

Belajar dari pengalaman, ada tiga cara yang saya lakukan selama ini untuk mensyukuri semua yang sudah saya miliki.

1. Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Cara termudah mensyukuri apa yang kita punya adalah dengan membandingkan kepunyaan kita dengan ketidakpunyaan orang lain. Dalam bahasa lain, coba sesekali melihat ke bawah.

Orang-orang yang nasibnya tak seberuntung kita, sekalipun kita sering menyangkal kalau kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Ini adalah cara termudah untuk kamu yang sedang mulai belajar bersyukur.

2. Belajar Kehilangan

Ada kalanya, kita baru bisa menghargai sesuatu (kadang seseorang) ketika mereka tak lagi ada di tengah-tengah kita.

Kita baru bisa merasakan betapa pentingnya seseorang saat ia telah pergi, tak lagi ada untuk mengusik ketenangan kita bermain gadget, mengingatkan saat tiba waktu makan atau ibadah.

Mungkin itulah sebabnya, rindu selalu muncul belakangan, ketika sosoknya tak lagi “menghantui” hari-hari kita.

Cobalah sesekali membayangkan hari-hari kita tanpanya. Atau bisa juga dengan sengaja membuat jarak, walau sesaat. Hanya supaya kamu tahu seberapa berharganya ia.

3. Mensyukuri Dengan Penuh Kesadaran

The last but not the easiest, dengan sengaja dan sadar, bersyukur atas apa pun kondisi kita hari ini. Sulit sekali memang, saya tahu.

Namun, saat kamu mampu bersyukur tanpa harus membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain atau menunggu saat kamu tak lagi bersamanya, saat itu lah kamu bisa memiliki kendali penuh atas dirimu dan kebahagiaanmu,

Lagi pula, bukankah pada dasarnya kebahagiaan kita adalah tanggung jawab kita sendiri? Bukan karena si Anu begini atau si Inu begitu.

4 comments:

  1. Penyesalan emang datangnya belakangan, tapi kalo tau strateginya, bahagia itu sederhana. Seperti momen masa kanak-kanak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya kalau yg datang di awal itu namanya pendaftaran 😁

      Tapi memang bahagia itu tanggung jawab pribadi.

      Delete

Bagikan tanggapan, kritik maupun saran kamu tentang tulisan ini.

Jangan lupa klik subscribe sebelum pergi.