Ngomongin Passion Yuk...

Baru-baru ini, saya melihat sebuah postingan yang cukup menyesakkan dari salah seorang bloger senior, di sebuah grup Facebook.
Passion

Sebanyak 250 artikel miliknya, disalin mentah-mentah (baca: dicuri) dan dipublikasikan di blog lain tanpa izin.

Tak jauh di bawah postingan bloger tersebut, ada juga seorang bloger yang meminta sebuah situs blog menghapus beberapa artikel yang ia klaim sebagai miliknya.

Sebuah fenomena yang membuat saya garuk-garuk. 

Tak lama sebelum membaca kasus plagiarisme di kalangan bloger ini, saya pernah membaca sebuah esai, juga tentang plagiarisme, di kalangan penulis buku.

Sebegitu keringnya kah ide kreatif sehingga orang-orang ini tidak ragu mengambil jalan pintas yang merugikan orang lain? Sesulit itu kah berkarya? Sudah hilang kah kebanggaan menghasilkan karya sendiri ?

Pertanyaan besarnya adalah, kenapa. Apa motif di balik aksi plagiarisme yang membabi buta ini? Uang kah?

Mendulang Rupiah Dari Menulis

Satu hal yang terlintas dalam benak saya soal motif pelaku plagiarisme ini adalah uang

Saya pernah dengar bahwa dunia literasi baik itu digital seperti blog maupun cetak (buku) memberi kesempatan bagi penggiatnya untuk meraup pundi-pundi uang.

Blog misalnya. Sudah banyak orang yang membuktikan bahwa blog bisa menjadi media penjemput rezeki. Beragam caranya, mulai memasang adsense, mengikuti kompetisi blog, bekerja sama dengan brand untuk mengulas produk, menjual produk sendiri dan banyak lagi.

Artinya, blog bisa menghasilkan uang. Yes.

Namun, kalau saya baca beberapa tulisan bloger yang berhasil mendulang rupiah lewat blog, mereka juga mengingatkan kalau ngeblog bukan jalan menuju kekayaan secara instan.

Perlu perjuangan dan pengorbanan yang nggak sedikit hingga akhirnya mereka bisa sampai di titik tersebut. Bahkan sebatas balik modal biaya domain dan hosting pun effort-nya nggak main-main.

Lalu, Apa Yang Membuat Mereka Bertahan?

Banyak hal. Namun dari beberapa tulisan yang pernah saya baca, salah satu alasan mereka bertahan adalah passion mereka di dunia kepenulisan.

As a matter of fact, banyak dari mereka yang mulai ngeblog karena sebatas seneng nulis.

Kecintaan mereka pada dunia kepenulisan membuat mereka memilih bertahan sekalipun tak menghasilkan. 

Kecintaan itu pula yang membuat mereka mau terus belajar, mengembangkan keterampilan blogging mereka. Dari meningkatkan kemampuan menulis, mantengin DA/PA, hingga berkenalan dengan koding, yang bagi bloger non-IT itu sangat menyiksa.

Kecintaan itu yang membuat mereka bertahan bahkan di saat susah. Susah karena nggak ada ide tulisan, susah karena keterbatasan amunisi, susah karena banyaknya 'iklan' sliweran setiap kali jari mulai beradu dengan papan ketik.

Kecintaan itulah, yang saya sebut sebagai passion. Passion is love, as simple as that.

Bicara tentang cinta, tentunya sangat erat kaitannya dengan komitmen. Cinta bukan sekedar kata-kata, tapi perbuatan.

Cinta membuat kita bertahan dalam kondisi terberat sekali pun. Cinta yang membuat kita terus melangkah dengan yakin, di tengah suara-suara sumbang yang tak lelah menguji pertahanan kesabaran kita.

Music

Apakah Pelaku Plagiarisme Memiliki Passion Menulis?

Cara termudah mengetahui apakah kamu punya passion adalah dari sejauh mana kamu mau berjuang dan berkorban saat menghadapi masa sulit.

Kamu bisa saja mengklaim ke semua orang kalau menulis adalah passion kamu, tetapi cuma kamu yang tahu se-passion apa kamu dengan menulis, ketika berhadapan dengan kesulitan.

Kalau kamu memilih bertahan dan terus aktif mencari solusi dari tiap permasalahan yang kamu hadapi saat menulis, maka selamat, mungkin memang menulis adalah passion-mu.

Namun jika kamu pilih menyerah, karena satu dan lain hal, maka selamat, kamu tahu kalau menulis bukan passion-mu. Artinya, kamu hanya suka nulis dan nggak ada salahnya dengan hal itu.

Dan jika kamu sudah tahu bahwa kamu tak menemukan keasyikkan dari setiap aktivitas nulis dan blogging, jangan maksa ngeblog. Apalagi menghalalkan segala cara agar kamu bisa 'eksis' di dunia blogging.

Aktivitas menyenangkan itu nggak cuma ngeblog. Kegiatan mengasyikkan yang juga bisa menghasilkan, nggak hanya ngeblog. 

Temukan aktivitas yang kamu semangat melakukannya.

Saya pribadi suka menulis dan menikmati setiap proses kreatif dalam menulis. Namun, jujur kalau saya harus memasang target tinggi dari kegiatan menulis ini (misal, harus menghasilkan xx rupiah atau harus posting tiap hari), saya akan kehilangan keasyikan dan kenikmatan menulis. Dan, menulis pun akhirnya jadi seperti pekerjaan yang tak mengasyikkan lagi.

Buat saya, saya sudah cukup stres dengan tuntutan pekerjaan dan keluarga. Jadi buat apa saya cari masalah dengan menambah stres dari hobi ini.

Yang Kamu Lakukan Itu Lebih Penting

Satu hal yang saya salut dari Bu Susindra, yang 250 artikelnya dicuri adalah cara beliau menyikapi kejadian yang menimpanya. Yaitu lewat keputusannya untuk terus menulis dan menulis.

 Tetap menulis, dan tulis yang terbaik

Nelangsa memang jika harus mengalami apa yang beliau alami. Namun, sebagaimana cinta, passion adalah perbuatan. 

Apa yang kita pilih untuk lakukan atau tidak lakukan sebenarnya adalah cerminan dari se-passion apa kita dengan apa yang kita kerjakan.

Dan dengan memilih untuk tetap menulis yang terbaik, saya rasa kita sama-sama tahu se-passion apa Bu Susindra dengan menulis.

Bukan begitu?

Pertanyaannya, kalau kita gimana? Udah sejauh mana sih passion kita dengan nulis dan ngeblog ini? 

Jawabannya hanya kita sendiri yang tahu.

10 comments

  1. Aku salut juga Pak Prima ama sosok ibu Susindra itu. Beberapa kali pernah berkunjung ke blognya beliau dan menurutku tulisan-tulisannya beliau itu mengedukasi dan jarang lho blogger yang tulisannya mengedukasi. Aku suka walau ikut sedih juga ama apa yang menimpa beliau.

    Aku ada rasa takut juga hal serupa cepat atau lambat menimpaku juga. Tapi ya gimana lagi, kita ga bisa mengatur orang lain ya. Berharap orang-orang kayak gitu cepet tobat sebelum dijemput ama yang namanya kematian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bun, tapi kadang saya suka mikir..Allah kan nggak mungkin bikin extra people, bad people pula, for nothing.

      Mungkin melalui mereka inilah, Allah mencoba mengajari kita sesuatu atau sekedar ngetes, biar kita naik kelas.

      We'll never know.

      Delete
  2. Mba Susindra itu blogger lama yang dulu sering saya kunjungi blognya, tapi emang salut saya, disaat yg laen udah kendor semangat menulisnya, belio tetep rajin nulis di blog 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inspiring ya memang beliau ini 😊

      Delete
  3. Ada 3 hal yang jadi landasan saya buat ngeblog, juga saya pakai buat milih niche blog. Minat, kemampuan (skill), potensi. Pada akhirnya 3 hal itu yang memunculkan passion/gairah saya dalam ngeblog.

    Jika 3 hal itu nggak saya temuin di blog saya, mending saya segera berhenti ngeblog daripada ntar males2an. Dan memang ada 1 blog saya yang saya kasih ke orang karena saya cuma punya skill untuk meproduksi konten, blognya berpotensi secara uang dan trafik. Namun saya kehilangan minat dengan temanya, sehingga blog itu tidak punya potensi membahagiakan saya meskipun penghasilannya sudah ada.

    Blog saya satunya trafik sedikit, penghasilan bisa dibilang ngga ada, tapi saya tetap semangat ngeblog di situ. Karena saya sangat minat dengan temanya, saya punya skill di tema itu. Potensinya pun bagus, bikin saya hepi karena temanya sangat saya sukai, dan kontennya berpotensi membantu mereka yang sehobi/seprofesi dengan saya.

    ReplyDelete
  4. aku juga pernah artikelku dipakai , pleg banget dengan punya diriku dan itu juga tahunay gak sengaja lihat , rasanay kesel banget gitu. tapi kita bisa apa ya. aku juag sudah menghubunginya tapi gak dibalas

    ReplyDelete
  5. aku pernah di plagiat sama salah satu mahasiswa yang lagi bikin project namanya copycino print scan copy gratis untuk mahasiswa. akhirnya kita jadi kenalan ketemuan dan sempet akhirnya tugas kuliah tersebut yang dibuatnya jadi kenyataan dan sudah berjalan di 7 tempat ..

    sayang akhirnya setelah lulus dan sudah pada sibuk masing-masing, startup tersebut di tutup dan meneruskan bisnis lainnya ...

    so jgn kwatir kok cuma blog yg di copas
    mereka bisa mencuri tulisan kita tapi gak bisa mencuri isi kepala kita..

    ReplyDelete
  6. Saya jadi ingat waktu tahun lalu kalau nggak salah yang nemu 2 blog copas artikel saya plek banget dan lebih 100 (yang mampu saya hitung).

    Saya geram banget waktu itu, semua saya lakukan, lapor google yang ternyata ampuuuunnn susahnyaaa kudu masukin url satu-satu, di mana itu ada ratusan url.

    Ujung-ujung dijawab sama google kalau saya kudu lampirkan bukti kalau perlu pakai pengacara, untuk membuktikan itu artikel asli saya.

    Mau saya tabok rasanya itu google, nyata-nyata di artikel itu ada nama saya (ciri khas saya selalu nulis lokasi, tanggal publish dan nama di bawah artikel) dan lupa dihapus ama tuh pembajak hahaha.

    Akhirnya setelah lama kesal, dan makin kesal karena banyak blogger senior bilang "udah Rey, relakan saja, itu mah biasa dalam dunia blog!"

    Makanya pas setiap tahu ada yang dicopas artikelnya saya cuman bisa ikut berduka saja.
    Ya memang nggak ada yang bisa dilakukan selain menulissss menulisss dan terus menulis dengan ciri khas, biar meskipun di copas orang seantero dunia, banyak yang bakal ngenalin kalau itu artikel kita :)

    Kalau ngomongin yang suka copas nggak punya ide? mungkin saja punya, hanya saja dunia adsense sekarang kejam, udah nggak bisa mendulang rupiah hanya dengan 1 blog saja, kudu ternak sebanyak-banyaknya, dan pastinya bakal habis juga waktu dan uang buat urus blog yang banyak, jalan satu-satunya ya AGC itu :D

    ReplyDelete
  7. WOW ... kok saya enggak bisa berkomentar dan hanya bisa geleng kepala. Bagaimana bisa mencuri menjadi hal yang wajar saat ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena bisa dan dibiarkan mungkin?

      Delete

Post a Comment

Bagikan tanggapan, kritik maupun saran kamu tentang tulisan ini.

Jangan lupa klik subscribe sebelum pergi.