About

Hai selamat datang di Minimalist Web, personal web yang minimalis dan sederhana. Jika ini adalah kunjungan pertamamu, saya ucapkan selamat datang. Semoga kamu menemukan kenyamanan dan nilai tambah dari kunjunganmu di web ini.

Tujuan utama saya membuat Minimalist Web adalah untuk berbagi ide, pengalaman, maupun inspirasi tentang menjalani hidup yang penuh makna dengan prinsip-prinsip hidup minimalis yang saya pelajari di beberapa blog dan video serta praktekkan dalam keseharian saya sebagai seorang karyawan, suami dan ayah, dan tak lupa...blogger.

Selain ngeblog, saya juga senang mengutak-atik desain visual untuk social media feed menggunakan Canva. Dan, minimalisme banyak memengaruhi desain-desain yang saya buat.

Oya ngomong-ngomong soal ngeblog, saya percaya yang namanya ngeblog itu nggak sekedar nulis, publish, finish. Namun, lebih dari itu...ngeblog adalah sebuah media untuk berkontribusi dan di saat yang sama, mengembangkan diri.

2 hal itu yang menjadi nilai dasar saya dalam membuat konten demi konten di dalam Minimalist Web. Saya ingin menyajikan konten yang bisa memberi nilai tambah bagi kalian, pengunjung blog ini.

Semoga kalian menikmati dan mendapat faedah serta nilai tambah di setiap kunjungan kalian di blog ini. Jika, kalian merasa apa yang saya sajikan di sini bermanfaat, silahkan berlangganan. Karena setiap minggu, akan ada update terbaru dari saya.

Jika ini adalah kunjungan pertamamu, kamu bisa mulai dengan beberapa tulisan berikut ini:


Tentang Bloger



Saya sudah jatuh cinta kepada minimalisme ini sejak lama. Terutama dalam hal desain komunikasi visual. Kesederhanaan tampilan tanpa menghilangkan kesan elegan, seperti itulah yang saya suka dari desain-desain minimalis seperti desain web, rumah, produk dan banyak lagi.

Siapa sangka, prinsip minimalisme juga bisa diterapkan menjadi sebuah gaya hidup minimalis. Hidup penuh makna tanpa timbunan barang yang tidak diperlukan dan menjauhkan dari kebahagiaan.

Melalui duo bloger asal negeri Paman Sam, The Minimalists, saya mengenal gaya hidup minimalis. Mulai mencoba dengan 'merampingkan' jumlah aplikasi yang ada di ponsel, kemudian beranjak ke baju-baju di lemari. Namun, tampaknya karena terlalu bersemangat, saya lupa esensi hidup minimalis bukan tentang hidup dengan barang sesedikit mungkin.

Betul, membatasi jumlah barang yang kita miliki akan membantu kita saat memulai hidup minimalis. Namun, jumlah barang hanyalah salah satu komponen/ resep dari hidup minimalis. Bukan satu-satunya. Lagipula, hanya karena kita memiliki sedikit barang, nggak berarti kita akan bahagia kok. Begitu pun sebaliknya.

Tetapi menyingkirkan kelebihan barang, yang tidak pernah dipakai, tidak bermanfaat dan tidak memberi nilai tambah dalam kehidupan kita, bisa menjadi momen untuk memulai menggapai kehidupan bersahaja dan...pada akhirnya mengarah pada hidup yang bahagia.
Memiliki banyak barang tidak akan menjamin kebahagiaan, pun demikian dengan tidak memiliki apa pun.