Siapa

Asalamualaikum!

Perkenalkan nama saya Prima, narablog di balik MinimalistWeb, blog pribadi tentang minimalisme dan gaya hidup minimalis.

Pertemuan saya dengan gaya hidup minimalis dimulai sejak saya aktif ngeblog di akhir 2016. Ceritanya, saya yang waktu itu sedang semangat belajar segala hal tentang blog, ketemu sebuah podcast berjudul Writing oleh Joshua Field Millburn, pemilik web The Minimalists bersama rekannya, Ryan Nicodemous.

Awalnya, saya hanya tertarik bagaimana prinsip-prinsip minimalisme teraplikasikan dalam menulis. Namun, lambat laun saya mulai mendengarkan podcast demi podcast lainnya tentang hidup minimalis.

Essential dan Minimalism: Live a Meaningful Life podcast atau lebih tepatnya versi audio dari buku mereka dengan judul yang sama, merupakan favorit saya.

Saya putar keduanya beberapa kali, kadang dalam perjalanan berangkat maupun pulang dari kantor (daripada stres gegara lalu lintas yang tak tentu).

Singkat cerita, saya mulai tertarik menjalani hidup minimalis.

Di awal, saya mencoba melakukan declutering (beres-beres) di gawai saya. Aplikasi-aplikasi media sosial seperti Facebook dan Instagram yang mengonsumsi banyak memori, saya buang. Selanjutnya saya hanya menggunakan Google Chrome untuk mengakses media sosial.

Puncaknya terjadi ketika di 2018 saya dan keluarga 'terpaksa' pindah rumah kontrak ke rumah yang lebih kecil.

Dan di situlah kami mulai menyadari bahwa ternyata selama ini ada begitu banyak barang yang tidak diperlukan menghuni rumah kami. Beberapa di antaranya kami tak ingat pernah punya.

Karena rumah baru kami tak mampu menampung semuanya, kami pun melakukan beres-beres secara masif. Itu pun masih menyisakan beberapa barang yang statusnya 'menggantung'. Tak bisa disimpan, tapi tak tahu mau disingkirkan ke mana.

Pengalaman beres-beres ini memberi kami pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam membawa benda apapun pulang ke rumah. Baik itu beli sendiri atau pun pemberian.

Kini, kami tinggal di rumah yang cukup nyaman dan lega dengan sedikit barang.

Walaupun beres-beres lekat konotasinya dengan benda-benda fisik, tetapi dari minimalisme saya belajar kalau beres-beres tak melulu membuang barang atau mengatur penempatan agar tampak rapi.

Lebih dari itu, minimalisme mengajarkan bahwa yang paling penting untuk 'dibereskan' adalah pola pikir lebih banyak berarti lebih baik, atau jaga-jaga siapa tahu nanti butuh.

Saya masih belajar dan terus belajar meminimalisasi dan menyederhanakan diri. Mencoba mengenali esensi bukan sekedar bereaksi.

Dan lewat blog ini, akan saya bagikan cerita minimalis versi saya.

Semoga bermanfaat.

Wasalamualaikum!

Pages

© 2019

Minimalist Web